Analisis Du Pont dan Rasio Keuangan PT Telkom Indonesia Periode 2021–2025
DOI:
https://doi.org/10.58468/jambak.v5i1.276Kata Kunci:
analisis Du Pont, kinerja keuangan, leverage, profitabilitas, telekomunikasiAbstrak
This study reassesses the financial performance of PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk during 2021–2025 by integrating liquidity, leverage, operating efficiency, profitability, and three-step DuPont analysis. The study uses a descriptive quantitative case design based on consolidated financial highlights and audited corporate reports. Balance-sheet denominators are averaged between the beginning and end of each year to improve comparability, while liquidity and leverage indicators follow the issuer’s published definitions. The results show that the current ratio remained below 100%, although it improved from 77.7% in 2023 to 83.53% in 2025. Total liabilities represented 45.5%–47.69% of assets, while net debt to EBITDA rose moderately from 0.80 times in 2022 to 1.04 times in 2025. Asset turnover declined from 0.55 to 0.50 times, and net profit margin fell from 17.29% to 12.14%. Consequently, average-balance ROE decreased from 22.09% to 13.37%. DuPont decomposition identifies margin compression, followed by weaker asset utilization, as the principal sources of the decline; the equity multiplier was comparatively stable. Management should prioritize revenue monetization, cost discipline, working-capital resilience, and capital-expenditure productivity rather than relying on additional leverage.
ABSTRAK
Penelitian ini menilai kembali kinerja keuangan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk selama 2021–2025 dengan mengintegrasikan likuiditas, leverage, efisiensi operasi, profitabilitas, dan analisis Du Pont tiga tahap. Penelitian menggunakan desain studi kasus kuantitatif deskriptif berdasarkan ikhtisar keuangan konsolidasian dan laporan perusahaan yang telah diaudit. Penyebut berbasis neraca dihitung menggunakan saldo rata-rata awal dan akhir tahun agar perbandingan lebih tepat, sedangkan indikator likuiditas dan leverage mengikuti definisi yang dipublikasikan perusahaan. Hasil menunjukkan current ratio tetap di bawah 100%, meskipun meningkat dari 77,7% pada 2023 menjadi 83,53% pada 2025. Total kewajiban berada pada 45,5%–47,69% dari aset, sementara net debt to EBITDA meningkat moderat dari 0,80 kali pada 2022 menjadi 1,04 kali pada 2025. Perputaran aset turun dari 0,55 menjadi 0,50 kali dan margin laba bersih turun dari 17,29% menjadi 12,14%. Akibatnya, ROE berbasis saldo rata-rata menurun dari 22,09% menjadi 13,37%. Dekomposisi Du Pont mengidentifikasi tekanan margin, disusul pelemahan pemanfaatan aset, sebagai sumber utama penurunan; pengganda ekuitas relatif stabil. Manajemen perlu memprioritaskan monetisasi pendapatan, disiplin biaya, ketahanan modal kerja, dan produktivitas belanja modal daripada menambah leverage.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Riset Manajemen, Bisnis, Akuntansi dan Ekonomi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




